bola24.id – Sepak bola di Indonesia bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari identitas nasional yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Di tengah euforia kemenangan dan semangat sportivitas, musik sering kali hadir sebagai elemen penguat rasa kebangsaan termasuk lagu nasional buatan Ibu Soed.
Lagu-lagu nasional memiliki kekuatan untuk membangkitkan emosi dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya persatuan. Salah satu lagu yang memiliki tempat istimewa di hati rakyat Indonesia adalah Tanah Airku, ciptaan Ibu Soed atau kerap ditulis sebagai Ibu Sud.
Lagu ini bukan hanya dikenal di dunia pendidikan dan kebudayaan, tetapi juga mulai menemukan relevansinya di dunia olahraga, khususnya sepak bola. Tidak heran jika PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) berinisiatif menemui pihak keluarga Ibu Sud untuk menjajaki kerja sama dalam penggunaan lagu Tanah Airku dalam berbagai momentum Timnas Indonesia.
Siapa Ibu Soed? Sosok di Balik Lagu Tanah Airku
Sebelum membahas lebih jauh, penting memahami siapa Ibu Soed sebenarnya. Bernama lengkap Saridjah Niung Bintang Soedibjo, Ibu Soed adalah seorang komponis, penyanyi, dan pendidik musik yang berperan besar dalam menciptakan lagu-lagu nasional dan anak-anak Indonesia.
Lagu-lagu ciptaannya penuh makna, sederhana namun sarat nilai patriotik, di antaranya Tanah Airku, Berkibarlah Benderaku, Hari Merdeka, hingga Keranjang Sampah. Karyanya telah digunakan di sekolah, acara kenegaraan, hingga diputar dalam momen olahraga sebagai simbol rasa cinta tanah air. Lagu Tanah Airku khususnya sangat emosional, karena liriknya menekankan pada kecintaan mendalam terhadap tanah air tanpa syarat. Karena itu, lagu ini kerap dipandang layak digunakan sebagai simbol kebersamaan di lapangan hijau.
PSSI dalam beberapa tahun terakhir berusaha memperkuat identitas nasional melalui berbagai strategi. Tidak hanya lewat performa timnas, tetapi juga lewat simbol-simbol budaya seperti seragam, logo, hingga musik. Dalam setiap pertandingan, musik kebangsaan menjadi pengiring wajib yang menyatukan ribuan suporter di stadion.
Namun, PSSI menyadari bahwa selain lagu kebangsaan Indonesia Raya, diperlukan pula elemen musik tambahan yang bisa menjadi ciri khas Timnas Indonesia. Dari sinilah muncul ide untuk menggunakan lagu Tanah Airku sebagai bentuk representasi emosional yang menggugah semangat.
Pertemuan PSSI dengan Keluarga Ibu Soed
Karena Ibu Soed telah wafat pada 1993, PSSI menemui pihak keluarga sebagai pewaris hak cipta lagu Tanah Airku. Pertemuan ini bertujuan untuk mendiskusikan legalitas penggunaan lagu tersebut dalam kegiatan sepak bola, terutama untuk keperluan pertandingan Timnas Indonesia di ajang internasional.
Langkah ini menunjukkan sikap profesional PSSI yang memahami pentingnya etika dalam menggunakan karya seni. Lagu Tanah Airku memiliki hak cipta yang masih berlaku, sehingga segala bentuk penggunaannya harus mendapatkan izin resmi dari keluarga atau lembaga yang mewakili.
Mengapa Tanah Airku dipilih? Alasannya sederhana: lagu ini mampu menembus batas generasi dan kelas sosial. Liriknya tidak hanya membicarakan nasionalisme secara formal, tetapi menghadirkan rasa cinta yang tulus terhadap tanah air.
Bayangkan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menyanyikan lagu ini bersama-sama sebelum atau sesudah pertandingan. Adegan ini bukan hanya menggetarkan pemain, tetapi juga bisa memberikan pesan kuat bagi lawan dan penonton internasional tentang kecintaan rakyat Indonesia terhadap negaranya.
Musik sebagai Alat Pemersatu Bangsa
Dalam sejarahnya, musik selalu digunakan untuk menyatukan bangsa. Dari mars perjuangan kemerdekaan hingga lagu pop yang membangkitkan nasionalisme, musik memiliki kekuatan yang tidak bisa dipungkiri. PSSI memahami bahwa semangat nasionalisme tidak bisa dibangun hanya lewat strategi permainan, tetapi juga melalui atmosfer emosional. Lagu Tanah Airku akan berfungsi sebagai medium untuk menghadirkan suasana sakral, penuh kebanggaan, sekaligus haru, yang membangkitkan energi positif bagi para pemain.
Namun, keputusan PSSI untuk menggunakan lagu ini juga tidak lepas dari tantangan. Pertama, ada aspek legalitas hak cipta yang harus dijaga. Kedua, ada perdebatan tentang apakah penggunaan lagu nasional selain Indonesia Raya dalam konteks olahraga sudah sesuai dengan aturan resmi FIFA atau organisasi sepak bola internasional. Ketiga, ada risiko komersialisasi lagu jika tidak digunakan dengan hati-hati. Lagu nasional seharusnya tidak dijadikan alat promosi atau branding semata, melainkan harus tetap dijaga kesakralannya.
Respon Publik dan Suporter
Sejak kabar ini muncul, publik memberikan respon beragam tentang pertemuan dengan pihak keluarga Ibu Soed. Sebagian besar menyambut positif gagasan tersebut, karena merasa lagu Tanah Airku memiliki nuansa yang tepat untuk membangkitkan nasionalisme. Banyak suporter di media sosial yang membayangkan betapa merindingnya suasana stadion jika lagu itu dinyanyikan bersama-sama.
Namun, ada juga yang mengingatkan agar PSSI tidak sekadar menjadikan lagu ciptaan Ibu Soed ini sebagai gimmick, melainkan benar-benar memahami nilai historisnya. Para budayawan pun ikut bersuara, menekankan bahwa penggunaan lagu ini harus disertai edukasi agar generasi muda tidak hanya menyanyikannya, tetapi juga memahami maknanya.
Jika dijalankan dengan benar, langkah PSSI ini bisa menjadi bentuk diplomasi budaya. Di mata dunia, Indonesia bisa menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga soal identitas bangsa. Saat Timnas Indonesia berlaga di ajang internasional, membawakan lagu Tanah Airku hasil karangan Ibu Soed akan menjadi ciri khas yang membedakan dari negara lain. Hal ini sejalan dengan tren global, di mana olahraga semakin dipandang sebagai arena pertarungan budaya dan soft power.
Ke depan, penggunaan lagu Tanah Airku bisa menjadi tradisi baru bagi Timnas Indonesia. Jika sukses, lagu ini bisa menyamai posisi You’ll Never Walk Alone untuk Liverpool atau Seven Nation Army yang sering digunakan suporter Eropa. Bedanya, Tanah Airku memiliki dimensi nasionalisme yang lebih dalam, karena diciptakan oleh komponis yang berjasa besar bagi bangsa. Harapannya, generasi muda Indonesia akan semakin bangga menyanyikan lagu ini, baik di stadion maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Pertemuan PSSI dengan pihak keluarga Ibu Soed untuk membahas penggunaan lagu Tanah Airku adalah langkah strategis yang penuh makna. Lebih dari sekadar musik pengiring, lagu ini bisa menjadi simbol persatuan, rasa cinta tanah air, dan identitas nasional dalam dunia sepak bola. Tantangan tentu ada, baik dari sisi legalitas, etika, maupun penerimaan publik. Namun, jika dilakukan dengan penuh rasa hormat terhadap karya seni dan nilai sejarah, langkah ini bisa menjadi tonggak penting dalam perjalanan sepak bola Indonesia.












