bola24.id – Patrick Kluivert, sosok legendaris dalam dunia sepak bola Eropa, tak pernah membayangkan bahwa sebuah pusat latihan kelas dunia akan ia temukan bukan di Amsterdam, Paris, atau Barcelona, melainkan di pulau tropis nan eksotis bernama Bali.
Kunjungan Kluivert ke Bali United Training Center (BUTC) di kawasan Gianyar, Bali, pada pertengahan 2025 menjadi peristiwa yang langsung menyita perhatian pecinta sepak bola nasional.
Mantan striker tajam milik Ajax, AC Milan, Barcelona, dan tim nasional Belanda itu mengaku “terpukau dan terinspirasi” melihat fasilitas yang dimiliki oleh klub Liga 1 Indonesia tersebut.
“Saya tidak menyangka akan menemukan kompleks latihan sekomprehensif dan modern ini di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia,” ujar Kluivert dalam sesi wawancara bersama media lokal dan internasional.
Fasilitas Bertaraf Eropa di Jantung Asia Tenggara
Kluivert yang telah berpengalaman melihat berbagai pusat pelatihan elite seperti La Masia milik Barcelona dan De Toekomst milik Ajax, menyebut Bali United Center sebagai salah satu fasilitas paling impresif yang ia lihat di luar benua Eropa.
BUTC tidak hanya menyediakan lapangan rumput berkualitas tinggi, tetapi juga dilengkapi pusat kebugaran canggih, asrama pemain, ruang ganti profesional, hingga pusat medis yang ditangani oleh tim fisioterapis profesional.
“Ini seperti gabungan antara tempat latihan dan tempat pengembangan karakter. Saya bisa membayangkan para pemain muda tumbuh besar di sini, bukan hanya sebagai pesepak bola, tapi sebagai pribadi yang disiplin dan kompeten,” tutur Kluivert sambil berkeliling bersama manajemen Bali United.
Fasilitas tersebut memang dirancang dengan tujuan besar: membangun klub yang tak hanya berprestasi, tapi juga mandiri dan berkelanjutan. Pembangunan Bali United Center menjadi simbol komitmen jangka panjang klub terhadap kemajuan sepak bola Indonesia.
Bahkan, beberapa kalangan menyebut BUTC sebagai ‘La Masia-nya Indonesia’ karena punya keseriusan dalam membina talenta usia muda sejak dini.
Pujian terhadap Visi Profesionalisme Klub
Patrick Kluivert tak hanya memberikan apresiasi pada infrastruktur, tetapi juga pada manajemen profesional Bali United. Ia mengakui bahwa klub ini memiliki visi jangka panjang yang kuat, yakni menggabungkan unsur olahraga, bisnis, dan teknologi dalam satu kesatuan ekosistem.
“Bali United bukan hanya klub bola biasa. Mereka adalah organisasi modern yang memanfaatkan semua aspek industri untuk mendukung performa dan pertumbuhan,” ujarnya saat bertemu langsung dengan CEO Bali United, Yabes Tanuri.
Menurut Kluivert, salah satu hal paling luar biasa yang ia lihat adalah bagaimana Bali United memaksimalkan nilai brand dan mengubah sepak bola menjadi lifestyle. Merchandising, media digital, hingga pengelolaan stadion seperti tempat hiburan menjadi model yang layak ditiru klub-klub lain di Asia.
Ia bahkan menyebut bahwa banyak klub Eropa Timur dan Afrika bisa belajar dari pendekatan bisnis dan pengelolaan Bali United. “Di Eropa kami sering berpikir hanya kami yang tahu cara mengelola klub, tapi tempat ini menunjukkan bahwa sepak bola yang cerdas bisa lahir dari mana saja,” tambahnya.
Antusiasme Terhadap Talenta Lokal dan Sistem Pembinaan Usia Dini
Dalam kunjungannya, Kluivert juga berinteraksi langsung dengan para pemain muda Bali United U-16 dan U-18. Ia menyaksikan latihan intensif yang dipimpin pelatih-pelatih lokal, dan menyatakan bahwa kualitas teknik dan potensi fisik pemain muda Indonesia sangat menjanjikan.
“Saya melihat kemauan dan disiplin yang tinggi dari para pemain muda ini. Dengan pelatihan yang tepat dan eksposur internasional, mereka bisa bersaing di level global,” ujar pria kelahiran Amsterdam tersebut.
Ia juga memuji keberanian Bali United dalam memberikan jalur yang jelas bagi pemain akademi untuk menembus tim utama. Sistem promosi terstruktur dan kesempatan latihan bersama senior dianggap Kluivert sebagai kunci penting dalam mencetak pemain profesional sejati.
Ia mengingatkan bahwa tak semua negara Asia punya infrastruktur dan kemauan untuk mengembangkan pemain sejak dini secara sistematis. Dalam pengamatannya, negara seperti Indonesia bisa menjadi kekuatan besar di Asia jika model Bali United direplikasi secara nasional.
Potensi Kerja Sama Internasional dan Jejaring Global
Setelah menyaksikan langsung kualitas Bali United Center, Kluivert pun membuka peluang kerja sama antara Bali United dan jaringan sepak bola Eropa. Ia menyebut bahwa pengalaman serta jaringan luas yang ia miliki, termasuk koneksi dengan akademi Belanda dan Spanyol, dapat menjadi pintu gerbang bagi Bali United untuk mengirim pelatih maupun pemain magang ke Eropa.
“Saya percaya kerja sama seperti ini bisa sangat produktif. Klub seperti Ajax atau Barcelona pasti akan tertarik untuk melihat bagaimana sepak bola Indonesia berkembang. Mungkin suatu hari, kita akan lihat pemain Bali United bermain di Eredivisie atau La Liga,” katanya optimis.
Bahkan, Kluivert mengisyaratkan bahwa dirinya terbuka jika diminta untuk menjadi penasihat teknis atau ambassador bagi program internasionalisasi Bali United. Hal ini tentu menjadi nilai tambah luar biasa bagi klub, karena nama besar Kluivert bisa membuka akses yang selama ini sulit dicapai oleh klub-klub Asia Tenggara.
Dukungan Terhadap Peningkatan Standar Liga 1
Patrick Kluivert tak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung salah satu laga kandang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Ia duduk di tribun VIP bersama jajaran petinggi klub dan menyatakan kekagumannya atas atmosfer pertandingan.
Meski Liga 1 masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah dalam hal manajemen pertandingan dan infrastruktur stadion, Kluivert mengakui bahwa gairah penonton Indonesia sangat luar biasa. “Atmosfernya penuh semangat, ini mengingatkan saya pada sepak bola Amerika Latin, dengan suporter yang benar-benar hidup bersama timnya,” katanya.
Namun, ia juga memberikan kritik membangun. Menurutnya, Liga 1 harus meningkatkan standar operasional agar bisa bersaing dengan liga-liga Asia lain seperti J-League atau K-League.
Profesionalisme wasit, kualitas siaran televisi, hingga kecepatan administrasi federasi adalah hal-hal yang harus diperbaiki agar liga menjadi magnet bagi pemain dan pelatih internasional. Dengan fasilitas sekelas Bali United Center, liga memiliki kesempatan besar untuk membuktikan bahwa Indonesia bukan hanya pasar sepak bola besar, tapi juga pusat prestasi.
Inspirasi bagi Klub Lain dan Pemerintah Daerah
Kehadiran Patrick Kluivert di Bali United Center juga menjadi momen refleksi bagi banyak klub di Indonesia. Ia secara terang-terangan menyebut bahwa semua klub profesional harus mulai menginvestasikan dana mereka untuk pembangunan jangka panjang, bukan hanya merekrut pemain asing dan pelatih dengan bayaran tinggi.
“Fasilitas ini harus jadi teladan nasional. Jika 5–10 klub Indonesia membangun pusat latihan seperti ini, maka level sepak bola Indonesia akan meningkat pesat dalam satu dekade,” tegasnya.
Kluivert juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif bekerja sama dengan klub profesional. Menurutnya, pemerintah harus melihat sepak bola bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai industri yang mampu menyerap tenaga kerja, menciptakan ikon daerah, dan bahkan meningkatkan pariwisata.
Kehadiran Bali United yang sangat terintegrasi dengan citra wisata Bali adalah contoh konkret sinergi antara olahraga dan ekonomi lokal.
Bali United sebagai Model Klub Masa Depan
Kluivert menyimpulkan bahwa Bali United bukan sekadar klub sepak bola, melainkan model klub masa depan yang menggabungkan unsur komunitas, bisnis, teknologi, dan prestasi. Ia kagum dengan fakta bahwa Bali United juga menjadi klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang melantai di bursa saham.
“Ini langkah visioner. Sangat jarang klub-klub dunia bisa memadukan profesionalisme di lapangan dengan keberhasilan finansial seperti ini,” katanya.
Dalam beberapa wawancara penutup, Kluivert menyatakan harapannya agar Bali United tidak berhenti di sini. Ia berharap klub ini bisa menjadi pelopor perubahan di Indonesia, membuktikan bahwa membangun dari akar, melalui investasi pada pelatih, fasilitas, dan pemain muda, akan membawa dampak jangka panjang yang luar biasa. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk kembali ke Bali dalam kapasitas yang lebih formal, sebagai mentor atau bagian dari pengembangan teknis.
Kesimpulan: Sebuah Pengakuan Global untuk Sepak Bola Indonesia
Kunjungan Patrick Kluivert ke Bali United Center adalah lebih dari sekadar kunjungan kehormatan. Itu adalah simbol pengakuan global terhadap upaya luar biasa klub Indonesia dalam membangun sepak bola profesional dari dalam negeri.
Di mata seorang legenda Eropa, Bali United bukan klub kecil dari negara berkembang, tetapi organisasi berkelas yang layak disejajarkan dengan klub-klub mapan dunia. Pengakuan ini memberi motivasi baru bagi pemain muda Indonesia, pelatih lokal, dan federasi untuk terus bergerak maju.
Dengan fasilitas kelas dunia, manajemen profesional, dan dukungan komunitas serta investor, Bali United telah menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak tertinggal—hanya butuh pencerahan dan keseriusan.
Dan siapa sangka, salah satu saksi penting kebangkitan itu adalah Patrick Kluivert, sang legenda yang kini menyandang peran baru: sebagai sahabat dan inspirator bagi kemajuan sepak bola Tanah Air.












