bola24.id – Real Madrid memasuki musim 2025/2026 dengan sebuah kebutuhan mendesak: regenerasi skuad. Dengan beberapa ikon klub seperti Luka Modrić, Toni Kroos, dan Nacho Fernández telah memasuki akhir karier mereka atau resmi pensiun.
Los Blancos dipaksa bergerak cepat untuk membangun skuad baru yang siap mempertahankan dominasi di Eropa dan La Liga. Meski musim sebelumnya ditutup dengan manis melalui gelar La Liga dan pencapaian semifinal Liga Champions, manajemen tidak ingin terlena.
Florentino Pérez, sang presiden klub, dikenal sebagai arsitek dari era Galácticos dan juga era dominasi baru Real Madrid dengan wajah-wajah muda seperti Jude Bellingham dan Eduardo Camavinga.
Namun dengan kompetisi yang semakin ketat, terutama dari Manchester City, Arsenal, Bayern München, dan PSG, Madrid tahu bahwa hanya dengan mengandalkan skuad lama tidak akan cukup. Maka, perburuan pemain baru pun dimulai—dan kali ini lebih strategis dari sekadar nama besar.
Target Utama: Striker Baru Pasca Kedatangan Mbappé
Meski Kylian Mbappé dikabarkan telah resmi bergabung ke Madrid secara gratis dari PSG pada musim panas 2025, manajemen tetap mencari satu nama striker murni sebagai pelapis bahkan pendamping.
Mbappé lebih nyaman bermain melebar di kiri, bukan sebagai target man. Real Madrid membutuhkan sosok seperti Karim Benzema yang bisa menjadi poros permainan di lini depan.
Beberapa nama telah masuk radar. Erling Haaland kembali menjadi incaran, meski klausul pelepasannya baru aktif tahun depan. Alternatifnya adalah Benjamin Šeško dari RB Leipzig yang tampil luar biasa di Bundesliga. Dengan usia yang masih muda dan gaya bermain fisikal, ia dianggap sebagai sosok ideal untuk proyek jangka panjang.
Pemain lain yang dikaitkan adalah Evan Ferguson dari Brighton dan Vitor Roque dari Barcelona—meski opsi terakhir lebih sulit mengingat rivalitas kedua klub.
Real Madrid tidak ingin mengulang kesalahan dengan mendatangkan striker tanpa adaptasi seperti Luka Jović. Mereka ingin pemain yang tidak hanya tajam, tapi juga bisa menyatu dengan sistem Ancelotti atau pelatih penggantinya.
Gelandang Bertahan: Pengganti Jangka Panjang Casemiro dan Kroos
Kehilangan Toni Kroos dan tak lagi mengandalkan Casemiro sejak kepindahannya ke Manchester United, membuat lini tengah Real Madrid memerlukan kekuatan baru.
Tchouaméni memang tampil impresif, begitu pula dengan Camavinga, tetapi keduanya lebih berkarakter box-to-box. Madrid sedang mengincar gelandang bertahan bertipe breaker sekaligus distributor.
Nama yang paling mencuat adalah Martín Zubimendi dari Real Sociedad. Pemain Spanyol ini sudah menjadi incaran banyak klub elit Eropa dan dianggap sebagai penerus alami Sergio Busquets. Ia kuat dalam duel satu lawan satu, pintar membaca permainan, dan memiliki kemampuan umpan vertikal yang matang.
Alternatif lain adalah João Neves dari Benfica yang dinilai sebagai wonderkid Portugal terbaik saat ini di pos gelandang bertahan. Ia akan menjadi investasi jangka panjang dan cocok dalam rotasi dengan Tchouaméni. Dengan pengalaman Real Madrid dalam merekrut dari Portugal, peluang ini cukup besar.
Pos Bek Kanan: Ancaman Cedera dan Inkonsistensi Carvajal
Dani Carvajal telah menjadi andalan Madrid di pos bek kanan selama satu dekade, tetapi usia dan cedera membuat performanya mulai menurun. Lucas Vázquez tidak cukup stabil, dan Vinícius Tobias, yang dipinjam dari Shakhtar Donetsk, belum diberi kepercayaan penuh. Maka, sektor ini juga jadi perhatian utama dalam bursa transfer.
Jeremie Frimpong dari Bayer Leverkusen menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan Real Madrid. Dengan kecepatan luar biasa dan kemampuan overlap yang tinggi, ia cocok dengan sistem Madrid yang suka mengeksploitasi sisi sayap. Namun, harga yang mahal dan persaingan dari klub Liga Inggris menjadi penghalang.
Alternatif lain adalah Arnau Martínez dari Girona yang tampil konsisten di La Liga. Selain berpaspor Spanyol, ia juga lebih murah dan terbiasa dengan ritme kompetisi. Ancelotti atau penggantiannya diprediksi akan memprioritaskan bek kanan yang bisa juga bermain sebagai gelandang sayap dalam situasi menyerang.
Kiper Masa Depan: Rotasi Courtois dan Lunin
Cedera panjang Thibaut Courtois pada musim 2023/2024 memberi pelajaran penting bagi Real Madrid. Andriy Lunin memang tampil baik, tetapi tidak konsisten. Kiper pinjaman Kepa Arrizabalaga pun tidak dipermanenkan. Kini, Madrid mempertimbangkan mendatangkan kiper baru yang bisa menjadi suksesor Courtois.
Giorgi Mamardashvili dari Valencia menjadi nama utama. Kiper Georgia ini dikenal eksplosif dan memiliki refleks luar biasa. Selain itu, ia sudah terbiasa dengan atmosfer La Liga. Ada juga nama Diogo Costa dari Porto yang tampil gemilang di Euro 2024 dan menarik minat beberapa klub top Eropa.
Namun, Madrid tidak akan tergesa-gesa. Mereka ingin melihat apakah Lunin bisa dipertahankan dan diberi kepercayaan lebih besar, atau tetap mencari opsi kiper muda sebagai back-up jangka panjang untuk Courtois yang kini berusia 33 tahun.
Revolusi Sayap: Membangun Kombinasi Vinícius dan Mbappé
Dengan kehadiran Mbappé, Vinícius Júnior, dan Rodrygo, Real Madrid tampak memiliki trisula maut. Namun, secara taktis, pelatih perlu mengatur agar tidak terjadi tumpang tindih posisi. Mbappé dan Vini sama-sama menyukai sisi kiri, sementara Rodrygo belum sepenuhnya konsisten di kanan.
Oleh karena itu, Madrid membuka opsi mencari winger kanan murni. Nama yang beredar adalah Nico Williams dari Athletic Bilbao yang sedang naik daun dan berpotensi besar. Ia cepat, agresif, dan rajin bertahan—karakteristik penting dalam sistem 4-3-3 Madrid.
Nama lain adalah Bryan Zaragoza dari Granada dan Xavi Simons dari RB Leipzig (pinjaman PSG). Simons bisa bermain sebagai gelandang serang atau sayap kanan, dan sangat cocok dalam pola serangan dinamis Madrid. Ini bukan sekadar soal mengumpulkan bintang, tetapi mengelola harmoni antarposisi.
Pemain Bertahan Kiri: Masa Depan Ferland Mendy dan Fran García
Ferland Mendy, meskipun solid secara defensif, kerap dikritik karena kontribusi ofensif yang minim. Fran García, rekrutan dari Rayo Vallecano, masih belum mencapai level kompetitif untuk laga besar. Maka, sektor ini juga dikaji ulang.
Alphonso Davies dari Bayern München menjadi target utama. Dengan sisa kontrak tinggal satu tahun, Bayern kemungkinan melepasnya musim panas ini agar tidak kehilangan secara gratis. Madrid telah mengincarnya sejak 2023 dan kini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk mengamankan jasa bek kiri terbaik dunia tersebut.
Jika gagal, Madrid masih punya opsi lain seperti Alejandro Grimaldo dari Bayer Leverkusen atau bahkan Juan Miranda dari Real Betis. Prioritas Madrid adalah bek kiri yang mampu mendukung permainan ofensif dan memberi crossing akurat bagi striker.
Strategi Transfer: Kombinasi Jangka Panjang dan Dampak Instan
Salah satu hal menarik dari pendekatan Real Madrid dalam mencari pemain baru adalah keseimbangan antara investasi jangka panjang dan dampak instan. Di satu sisi, Madrid mendatangkan talenta muda seperti Endrick, Arda Güler, dan Jude Bellingham. Di sisi lain, mereka tetap mencari pemain berpengalaman untuk menjaga stabilitas skuad.
Florentino Pérez menyadari bahwa masa depan klub bukan hanya dibentuk oleh trofi, tetapi oleh kesinambungan struktur. Oleh karena itu, Real Madrid kini juga aktif di pasar Amerika Selatan, Afrika, dan Asia—bukan hanya Eropa. Mereka memburu talenta dari awal, bukan hanya saat sudah mahal.
Transfer Endrick dari Palmeiras dan keputusan mempermanenkan Brahim Díaz membuktikan pendekatan Madrid telah berubah. Mereka lebih teliti, lebih terstruktur, dan lebih berorientasi jangka panjang—tanpa kehilangan daya saing dalam jangka pendek.
Persaingan Internal dan Masa Depan Pemain Lama
Dengan datangnya pemain baru, Madrid juga harus mengelola keseimbangan ruang ganti. Pemain-pemain seperti Dani Ceballos, Jesús Vallejo, dan bahkan Rodrygo harus menghadapi kenyataan persaingan yang semakin ketat. Klub tidak ingin terjadi friksi internal, maka diskusi personal, pinjaman, atau transfer permanen akan jadi solusi.
Luka Modrić dan Toni Kroos telah menunjukkan bahwa bahkan legenda pun harus tahu kapan memberi ruang. Madrid ingin menumbuhkan budaya sehat dalam skuad, di mana regenerasi diterima sebagai bagian dari proses, bukan ancaman.
Kesimpulan: Masa Depan yang Dirancang, Bukan Sekadar Ditebak
Real Madrid bukan hanya mencari pemain baru, tapi sedang merancang masa depan klub untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Dalam bursa transfer 2025, mereka tidak sekadar mengincar nama besar, tetapi membangun fondasi dominasi berkelanjutan di Eropa dan dunia.
Dengan kombinasi pemain muda berbakat, target transfer strategis, dan visi jangka panjang, Los Blancos menunjukkan bahwa regenerasi bukanlah akhir dari era kejayaan—melainkan permulaan babak baru yang lebih menjanjikan.












